Oleh: kakangyogaswara | 10 Januari 2013

Profil dan Biografi Dikdik Mulyana Arief Mansur.

Profil dan Biografi Dikdik Mulyana Arief Mansur

 

Profil dan Biografi Dikdik Mulyana Arief Mansur - Dikdik Mulyana Arief Mansur adalah seorang Calon Gubernur Jawa Barat yang maju dengan jalur independent tanpa dukungan partai. Didik juga sebagai calon pertama yang datang ke KPU Jawa Barat untuk mendaftarkan diri. Untuk mengenal lebih lanjut tentang Dikdik Mulyana Arief Mansur silahkan baca biografinya berikut ini.

Profil dan Biografi Dikdik Mulyana Arief Mansur

 

Dikdik yang lahir pada 14 Juni 1955, tercatat sebagai pendiri dan pembina Pasulukan Loka Gandasasmita, perguruan agama Islam yang mengajarkan tarekat Syathariyyah, serta menjadi sesepuh dari Kampung Naga, kampung adat di Tasikmalaya.

Di bidang pengetahuan, dia meraih gelar doktor hukum pada tahun 2011 dari Universitas Padjadjaran, dengan disertasi berjudul “Hak Imunitas Aparat Kepolisian dalam Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme pada Sistem Hukum Pidana di Indonesia,” dan lulus dengan predikat cumlaude.

Lulus dari Akademi Polisi tahun 1978, dia merintis karier dari Jawa Barat, beberapa di antaranya seperti Perwira Ops Wilayah Purwakarta pada tahun 1979, Kapolsek Pamanukan tahun 1980, Kepala Unit Penyelundupan Polda Metro Jaya tahun 1994, dan Kapolres Metro Jaya Jakarta Timur tahun 1998.

Selanjutnya Dikdik menjadi Penyidik Utama Bareskrim Polri tahun 1999, Direktur Reserse Kriminal Polda Jabar tahun 2003, Wakapolda Kalimantan Selatan tahun 2004, Waka Bareskrim tahun 2010, dan akhirnya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Selatan tahun 2011.

Oleh: kakangyogaswara | 10 Januari 2013

Profil dan Biografi Irianto MS Syafiuddin (Yance)

Profil dan Biografi Irianto MS Syafiuddin (Yance) - Irianto MS Syafiuddin atau yang lebih dikenal dengan nama Yance adalah seorang politikus dari Partai Golongan Karya (GOLKAR) yang kini di usung sebagai Calon Gubernur Jawa Barat. Untuk mengenal sosok Yance, silahkan simak biografi beliau secara lengkap pada post kali ini.

Profil dan Biografi Irianto MS Syafiuddin (Yance)

Profil dan Biografi Irianto MS Syafiuddin (Yance).

Sekalipun lahir di Kota Ambon, Yance (Irianto MS Syafiuddin) tak memiliki darah Nyong Ambon. Ia hanya “nunut” lahir dikota tersebut. Dalam darahnya mengalir keturunan Dermayu, sebutan Indramayu. Baik H. Mursyid maupun Hj. Nyi Iyeng merupakan keturunan asli orang Indramayu. Mereka tumbuh dan besar di kawasan pantura Jawa Barat yang berhadapan langsung dengan laut Jawa.

Bapak H. Mursyid Ibnu Syafiuddin mengakhiri masa pengabdiannya kepada negara tercinta ini sebagai Dirjen Urusan Haji Departemen Agama Republik Indonesia. Beliau dikaruniai putra dan putri yang mewarisi sifat beliau. Sifat seorang pengabdi negara.

Kang Yance (Irianto MS Syafiuddin) merupakan anak bungsu dari 14 bersaudara. Ia menikahi Hj. Anna Sophanah yang kini mendapat amanah sebagai Bupati Indramayu periode 2010-2015. Pernikahannya dikarunai tiga orang anak : Dinny Yuniarti Syafiyana, S.E., Daniel Muttaqien Syafiuddin, S.T., dan Deani Iyeng Syafiyana.

Pendidikan

  • SD : SDN Paoman VI Indramayu 1968
  • SMP : SMP Negeri 1 Sindang Indramayu 1971
  • SMA : SMA Negeri 1 Sindang Indramayu 1974

Perguruan Tinggi

  • S-1 Fakultas Ekonomi Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cianjur.
  • S-2 Magister Managemen Sekolah Tinggi Manageman Labora Jakarta.
  • S-2 Magister Managemen STIAMI Jakarta
  • S-3 Administrasi Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung th 2009

Pengalaman

  • Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Barat tahun 2009-sekarang
  • Bupati Indramayu dua periode 2000-2005 dan 2005-2010
  • Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Indramayu 2004-2009
  • Ketua PWI Kabupaten Indramayu
  • Ketua FKDPM (Forum Komunikasi Daerah Penghasil Migas)
  • Wakil Ketua Partai Golkar tahun 1998
  • Ketua Pembina DPC KWRI Kabupaten Indramayu tahun 1998
  • Ketua I Perbasi dan Ketua Bidang Pengadaan Dana KONI Indramayu tahun 1998
  • Ketua KADINDA tahun 1998
  • Ketua BPC GAPENSI Kabupaten Indramayu tahun 1997
  • Ketua DPD Organda Kabupaten Indramayu tahun 1997
  • Ketua BPC HIPMI tahun 1990-1993
  • Ketua Pemuda Pancasila Indramayu tahun 1987 (3 periode)

Penghargaan

  • Anugerah lencana dari menteri Agama atas perhatiannya terhadap Pengembangan Tilawah Al-Qur´an dan Dakwah Islamiyah Tahun 2004.
  • Anugerah Peniti Emas dan Piagam Penghargaan Bidang Pendidikan Keagamaan dari Menteri Agama Tahun 2009.
  • Penghargaan Bidang Ketahanan Pangan Tingkat Nasional Tahun 2010 oleh Presiden SBY
  • Penghargaan Pelaksana Terbaik Program Kompetisi Indeks Pembangunan Manusia (PPK-IPM) tingkat Provinsi Jawa Barat
  • Penghargaan Peniti Emas dari Deperteman Agama RI
  • Piala Citra Bhakti Abdi Negara dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono ( SBY ), diberikan kepada Bupati H. Irianto MS Syafiuddin ( Yance ) di Jakarta.
  • Anugerah Bintang Keteladanan Akhlak Mulia dari Gerakan Masyarakat Peduli Akhlak Mulia (GMP-AM) kepada Bupati Yance tanggal 25 Mei 2007.
  • Piala Adipura tahun 2007 untuk Kabupaten Indramayu sebagai kota kecil terbaik dalam pengelolahan lingkungan perkotaan dari presiden SBY tanggal 6 Juni 2007 pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Se-dunia di Istana Negara Jakarta.
  • Anugerah BMG Award tahun 2007 dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG ) pada tanggal 4 Juli 2007 kepada Bupati Irianto MS Syafiuddin yang dianggap telah memanfaatkan informasi BMG untuk kepentingan masyarakatnya dan membantu program BMG di daerah.
  • Anugerah Aksara Tingkat Pertama Dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudoyono (SBY) Kepada Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin, pada peringatan Hari Aksara Internasional ke 42 tahun 2007 di Mataram, Nusa tenggara Barat (NTB) tanggal 8 September 2007
  • Anugerah Aksara Tingkat Madya, dari Presiden SBY, September 2008.
  • Penghargaan sebagai daerah penyelenggaraan Pelayanan Perijinan Satu Pintu (PPSP) terbaik tahun 2007 dari Presiden SBY tanggal 18 Desember 2007.
  • Wajardikdas Award tahun 2007 dan Rintisan Wajardikdas 12 tahun dari Gubernur Jabar, Danny Setiawan tanggal 18 Desember 2007.
  • Leadership Award kepada Bupati Indramayu H. Irianto MS Syafiuddin dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara ( Menpan ) tanggal 22 Desember 2007.
  • Pelaksana terbaik Program Kompetisi Indek Pembangunan Manusia (PPK-IPM) Provinsi Jabar dari Gubernur H. Danny Setiawan, tanggal 27 Desember 2007.
  • Anugerah lencana dari menteri Agama atas perhatiannya terhadap Pengembangan Tilawah Al-Qur´an dan Dakwah Islamiyah Tahun 2004.
  • Anugerah Peniti Emas dan Piagam Penghargaan Bidang Pendidikan Keagamaan dari Menteri Agama Tahun 2009.
  • Penghargaan Ketahanan Pangan, dari Presiden Megawati, Th 2002.
  • Bupati terbaik pemerhati dan pejuang anak bangsa melalui pendidikan, dari PGRI, Th 2004
  • Penghargaan Karya Utama Mina Bahari, dari Presiden RI, Th 2004
  • Penghargaan Atas Apaya pengembangan Masyarakat Pesisir, dari Menteri Kelautan RI
  • Prestasi Peningkatan Minat Baca Masyarakat, dari Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS), April 2005
  • Piala Adipura kategori kota kecil utk ke-2 kalinya, Juni 2007.
  • Piala Adipura kategori kota kecil utk ke-3 kalinya, dari Presiden SBY, Th 2008, bersama 25 daerah lainnya di Jawa
  • Piala Adipura (Kencana) untuk ke tiga kalinya, tapi kali ini untuk kategori kota sedang, dari Presiden SBY, Juni 2009.
  • Satya Lencana Wira Karya – penghargaan atas keberhasilan program KB, dari Presiden SBY, Juni 2007
  • Anugerah Aksara Tingkat Utama, dari Presiden SBY, September 2009.
Oleh: kakangyogaswara | 10 Januari 2013

Biografi Dede Yusuf

Yusuf Macan Effendi


Nama Lengkap : Yusuf Macan Effendi

Alias : Dede Yusuf | Dede Yusuf Macan Effendi

Kategori : POLITIKUS

Agama : Islam

Tempat Lahir : Jakarta

Tanggal Lahir : Jumat, 14 Oktober 1966

Zodiac : Virgo

Warga Negara : Indonesia

BIOGRAFI

Yusuf Macan Effendi atau yang dikenal Dede Yusuf adalah seorang aktor yang terkenal akan film-film laganya. Dia juga adalah salah seorang anggota DPR dari Partai Amanat Nasional periode 204-2009, dan saat ini merupakan Wakil Gubernur Jawa Barat periode 2008-2013.

Sejak SMP Dede sudah mengikuti program weight training ala idolanya, Arnold Schwarzenegger. Sehingga tubuh Dede menjadi lebih kekar daripada teman seusianya saat itu. Dede pun tidak hanya mempelajari silat. Berbagai jenis olah raga bela diri dicobanya, seperti Karate, Kungfu, Kempo, Jujitsu, dan Taekwondo yang telah sampai pada tingkat DAN-IV Kukkiwon (fourth Dan).

Tak hanya berlatih, Dede juga mengikuti kompetisi bela diri, mulai dari kejuaraan cabang hingga tingkat nasional dari tahun 1982 hingga 1990. Dede pernah meraih gelar Juara Nasional Taekwondo kelas ringan tahun 1984 dan kelas ringan berat 1988. Dia pun terdaftar sebagai team nasional Indonesia selama beberapa tahun berturut turut. Sampai akhirnya dia berhenti bertanding dan konsentrasi melatih murid-muridnya di DOJO / DOJANG (sebutan untuk club bela diri). Termasuk mendirikan perguruan Taekwondo seperti Sembrani Club, BRI club, SMA 6 club, Pangudi Luhur Club, dll.

Dia ingin seperti aktor idolanya, Bruce Lee dan Chuck Norris. Dede pun akhirnya mengikuti berbagai macam casting. Dia juga sering menjadi pemain figuran yang mendampingi bintang laga kala itu seperti Barry Prima, George Rudy, dan Advent Bangun. Dede juga menerima tawaran sebagai model di majalah-majalah ibukota. Tekadnya yang kuat untuk memasuki dunia showbiz sepenuhnya, sampai-sampai dia rela meninggalkan kuliah di tahun keempatnya di Fakultas Teknologi Industri Universitas Trisakti.

Kesempatan datang di tahun 1986 dengan debut pertamanya sebagai peran pembantu di film Catatan Si Boy besutan sutradara Nasri Cheppy. Setelah itu, Dede semakin sering bermain film dan (juga) serial televisi. Serial televisi yang melambungkan namanya adalah Jendela Rumah Kita di TVRI dengan peran sebagai Jojo yang mampu bertahan selama 4 tahun (1989-1992).

Pada tahun 1992, Dede memandu kuis Tak Tik Boom yang bertahan di papan atas rating televisi selama 6 tahun (1992-1998). Dede juga menjadi bintang iklan beberapa produk, di antaranya Tira Jeans, Homy Ped, Bosowa Motor, dan Green Sands, serta Bodrex. Bahkan Dede telah menjadi bintang iklan Bodrex selama 14 tahun. Serial action yang pernah dibintangi Dede adalah Jalan Makin Membara yang masuk nominasi Award Televisi. Dede juga membintangi dan menyutradarai film Reinkarnasi (2000) yang berhasil meraih pernghargaan sebagai Film Laga Terpuji Festival Film Bandung 2000. Bahkan Piala Vidia Madya-FFI 1994 pernah dikoleksinya dari cerita serial Sepeda Anak Pak Uztad yang disutradarainya.

Dede berkenalan dengan dunia politik sejak bergabung dengan Kosgoro tahun 1992 sebagai salah satu pengurus pusat. Namun akhirnya dunia perfilman lebih menarik. Dede pun maju sebagai kandidat Ketua Umum PARFI (Persatuan Artis Film Indonesia) yang akhirnya dimenangkan Sys NS, sedang Dede menempati posisi sebagai Sekjen PARFI. Seiring kesibukannya untuk syuting, Dede akhirnya meletakkan jabatan itu. Akhirnya dunia politik praktis menariknya kembali. Dede mendaftar sebagai calon legislatif dari PAN untuk daerah pemilihan Jabar IX (Kuningan-Ciamis-Banjar). Dede pun terpilih sebagai anggota legislatif untuk masa jabatan 2004-2009 dan duduk di Komisi VII yg membidangi Energi, lingkungan Hidup, Minyak dan Gas serta Ristek. Kini Dede Yusuf menjabat sebagai wakil gubernur Jawa Barat berpasangan dengan Ahmad Heryawan.

Dede sendiri adalah suami Ir.Sendy Ramania Wurandani, mahasiswi Tehnik Industri Trisakti yang dinikahinya pada awal 1999. Dari perkawinan mereka dikaruniai, dua putri, Alifiya Arkana Paramita (Lifi) Dan Kaneishia Latifa Zahra (Neisya)

Riset dan analisis oleh Vizcardine Audinovic

PENDIDIKAN
  • 1972 – 1978 SD Budi Waluyo Jakarta,
  • 1979 -1981 SMP Budi Waluyo Jakarta,
  • 1981 – 1984 SMA Negeri VI Jakarta ,
  • Tingkat IV -Teknik Industri Univ. Trisakti Jakarta sampai dengan Semester VII (tidak lulus)
  • 2005 – 2010 Sarjana S-1 Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Jakarta.
KARIR
  • Aktor
  • Presenter
  • Model
  • Sutradara
  • Anggota legislatif  Komisi VII
  • Wakil Gubernur Jawa Barat
PENGHARGAAN
  • Piala Vidia Madya-FFI 1994
  • Film Laga Terpuji Festival Film Bandung 2000
Oleh: kakangyogaswara | 10 Januari 2013

Biografi Ahmad Heryawan (Kang Aher)

Biografi Ahmad Heryawan (Kang Aher)

Ahmad Heryawan adalah Gubernur Jawa Barat untuk periode 2008-2013 dan merupakan politikus dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kang Aher adalah nama panggilan akrabnya. Dalam menjalankan jabatan Gubernur periode tersebut, ia ditemani oleh Dede Yusuf sebagai Wakil Gubernurnya. Kang Aher lahir di Sukabumi, Jawa Barat pada 19 Juni 1966. Untuk periode jabatan 2013-2018, Ahmad Heryawan mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur Jabar dengan wakilDeddy Mizwar.
kang-aher

Biografi Ahmad Heryawan (Kang Aher)

Sebelum menjabat sebagai gubernur Jawa Barat, Kang Aher menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta periode 2004-2009. Sebagai seorang pemimpin daerah, misi yang ia bawa adalah menciptakan masyarakat yang memiliki dasar pengetahuan (knowledge) untuk melahirkan dunia dengan wajah baru. Selain itu, Ahmad Heryawan juga memberikan prioritas pada pendidikan murah, sejuta lapangan kerja, kesehatan masyarakat, perbaikan ekonomi masyarakat, dan pembenahan infrastruktur di seluruh wilayah Jawa Barat.
aher
Selain menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, ia merupakan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Umat Islam (PUI) sejak tahun 2004 hingga sekarang. Ahmad Heryawan adalah politikus yang juga aktif sebagai pendakwah atau mubaligh. Sebelum terjun ke dunia politik, ia sempat aktif mengajar di beberapa perguruan tinggi, antara lain Ma’had Al Hikmah, Dirosah Isla miyyah Al Hikmah, Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Jakarta, dan Pusat Studi Islam Al Manar.
aher
Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan 2011 oleh sebuah media cetak nasional. Pada tahun 2012, Ahmad Heryawan mencalonkan kembali sebagai Gubernur Jabar dengan didampingi Deddy Mizwar. Pasangan Cagub dan Cawagub Aher-Deddy ini bersaing dengan calon Gubernur lainnya.

Sejak kepemimpinannya tahun 2008, Kang Aher meraih banyak penghargaan. Total 75 penghargaan diraih kang Aher untuk daerah jawa barat dan meningkatkan popularitas Ahmad Heryawan sebagai figur Gubernur berprestasi. hal ini menjadi modal kuat beliau untuk maju kembali ke pilkada Jawa barat. Daftar 75 penghargaan Ahmad Heryawan bisa dilihat pada list panjang di bawah.

Biodata Ahmad Heryawan

Nama Lengkap : H. Ahmad Heryawan
Tempat Lahir : Sukabumi
Tanggal Lahir : 19 Juni 1966
Alamat Rumah : Jln. Dipenogoro No. 22 Bandung
Istri : Netty Prasetiyani
Jabatan : Gubernur Jawa Barat
Awal Jabatan : 13 Juni 2008
Selesai Menjabat : 13 Juni 2013

Pendidikan

  • SD Negeri Salaawai 1 (1980)
  • SMP Negeri Sukaraja (1983)
  • SMA Negeri 3, Sukabumi (1986)
  • Fakultas Syariah Lembaga Ilmu Pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA) (1992)

Karir

  • Dosen Lembaga Dakwah Islam Al Hikmah
  • Dosen Universitas Ibnu Khaldun
  • Dosen Tidak Tetap FE Extention UI
  • Ketua Fraksi PK DPRD DKI 1999-2004
  • Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta 2004-2009
  • Gubernur Jawa Barat

Organisasi

1991-1999 Ketua Majelis Pemuda PP PUI
1999-2004 Ketua PP PUI Bidang Kepemudaan
2004-sekarang Ketua Umum PP PUI
1998-2003 Ketua Umum DPW Partai Keadilan DKI Jakarta
2000-2001 Anggota Dewan Syariah Pusat DPP Partai Keadilan
2003-2006 Ketua Umum DPW Partai Keadilan Sejahtera DKI Jakarta
2006-sekarang Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah PKS DKI Jakarta
2002-2005 Anggota Komite Pengawas BAZIS DKI Jakarta
2005-sekarang Ketua Komite Pengawas BAZIS DKI Jakarta
2001-2006 Ketua Dewan Pendiri Yayasan Empati Sesama
2006-sekarang Ketua Dewan Pembina Yayasan Empati Sesama
2006-sekarang Ketua Dewan Pengawas Yayasan Insan Madina
2005-sekarang Anggota Dewan Pembina GOKASI DKI Jakarta
2005-sekarang Anggota FSMB (Forum Silaturahim Masyarakat Betawi)
2006-sekarang Anggota Kaukus Lingkungan
1999-sekarang  Anggota DPRD DKI Jakarta
1999-2004  Ketua Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta
1999-2004  Anggota Panitia Anggaran
1999-2002 Anggota Komisi C Bidang Anggaran
2002-2004 Anggota Komisi E Bidang Kesejahteraan Rakyat
2004-sekarang Penasehat Fraksi PKS DPRD DKI Jakarta
2004-sekarang Koordinator Panitia Anggaran DPRD DKI Jakarta
2003-sekarang Penasehat DKM Al Atiq
2003-sekarang Penasehat DKM Az Zahra
Oleh: kakangyogaswara | 10 Januari 2013

Biografi Rieke Diah Pitaloka

Riwayat Pribadi

Rieke Diah Pitaloka Intan Purnamasari lahir di Garut, Jawa Barat, 8 Januari 1974 (umur 38 tahun) adalah seorang penulis buku, pembawa acara, pemain film dan sinetron Indonesia, serta anggota DPR RI periode 2009-2014 dari PDI Perjuangan.

Karir Pendidikan

Setelah menyelesaikan pendidikan S-1 di Fakultas Sastra Belanda Universitas Indonesia dan S-1 Filsafat STF Driyakara, Jakarta , Rieke pun meneruskan pendidikannya. Meski sibuk dengan segala kegiatan ‘keartisan’, Rieke berhasil menyelesaikan pendidikan S-2nya di jurusan Filsafat Universitas Indonesia (UI). Bahkan tesisnya yang berjudul Banalitas Kejahatan: Aku yang tak Mengenal Diriku, Telaah Hannah Arendt Perihal Kekerasan Negara dijadikan buku dengan judul Kekerasan Negara Menular ke Masyarakat diterbitkan oleh Galang Press.

Karir Hiburan

Rieke mulai dikenal publik lewat iklan lewat perannya di sitkom Bajaj Bajuri. Selain itu Rieke juga dikenal sebagai pembawa acara dalam acara Good Morning dan penulis buku. Salah satu judul bukunya adalah Renungan Kloset.

Selain sinetron, Rieke juga menjajal teater. Rieke ikut pementasan teater yang berjudul ‘Cipoa’ garapan Putu Wijaya. Ingin mencoba hal baru, Rieke pun merambah ke layar lebar. Rieke memulai debutnya di layar lebar sebagai Dwi, perempuan yang dipoligami dalam film Berbagi Suami. Ketagihan main film, Rieke bermain dalam film antologi karya empat sutradara perempuan berjudul Lotus Requiem yang kemudian judulnya diubah menjadi Perempuan Punya Cerita.

Kegiatan Sosial dan Politik

Rieke ktif dalam kegiatan politik, bahkan pernah menduduki jabatan wakil sekretaris jenderal DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) pimpinan Muhaimin Iskandar. Rieke kemudian mengundurkan diri dari partai berbasis massa Islam tersebut untuk bergabung ke Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) pimpinan Megawati Soekarnoputri.

Rieke adalah anggota DPR periode 2009-2014 dari PDI-P untuk Daerah Pemilihan Jawa Barat II. Di Dewan Perwakilan Rakyat, Rieke merupakan salah satu anggota dari Komisi IX. Bidang yang sangat Ia perhatikan adalah bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Ia merupakan salah satu anggota Panitia Khusus Rancangan Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang merupakan bagian dari Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN).

Rieke Diah Pitaloka menikah dengan dosen filsafat Universitas Indonesia, Donny Gahral Adian pada hari Sabtu, 23 Juli 2005, di kediaman orangtua Rieke di Garut, Jawa Barat.

Saat ini, keluarga Rieke dan Donny telah dikarunia 3 orang putra yang bernama Sagara Kawani (2009), dan putra kembar bernama Jalu Manon Badrika Adiansyah dan Jalu Manon Wisesa Adiansyah (2012).

Rieke Dyah Pitaloka juga mendirikan sebuah yayasan yang diberi nama “Yayasan Pitaloka” yang bergerak di bidang sastra dan sosial kemasyarakatan.

Oleh: kakangyogaswara | 10 Januari 2013

Wali Kota Surabaya Akan Tetap Pertahankan RSBI

wlikota surabaya

SURABAYA, KOMPAS.com — Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini akan tetap mempertahankan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) meski ada keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) membubarkan RSBI.

“Salah satu ikon Surabaya kan RSBI itu. Jadi, Surabaya tidak akan membubarkan program RSBI yang sudah ada,” kata Tri Rismaharini seusai menghadiri rapat paripurna DPRD Surabaya, Rabu (9/1/2013).

Menurut dia, saat ini, jenjang pendidikan sekolah negeri di Surabaya yang belum menerapkan RSBI hanya sekolah dasar (SD), sedangkan sekolah menengah pertama (SMP), sekolah menengah atas (SMA), serta sekolah menengah kejuruan (SMK) sudah lama diterapkan.

“Mata pembelajaran yang diajarkan di RSBI itu kan lebih bervariasi dibandingkan sekolah yang bukan RSBI. Maka, sangat disayangkan jika harus dibubarkan,” ujarnya.

Risma mengungkapkan, selain metode pengajaran yang menggunakan bahasa Inggris, dalam pola pendidikan RSBI, para murid juga diperkenalkan dengan banyak hal, salah satunya tentang lingkungan dan cara berlalu lintas yang baik.

“Harapannya para siswa memiliki bekal pengetahuan yang baik ketika berada di luar sekolah ataupun studi ke luar negeri,” katanya.

Terlebih lagi, tambah Risma, seluruh pembiayaan sekolah RSBI di Kota Surabaya tidak pernah dibebankan kepada wali murid, tetapi sepenuhnya telah dibiayai dengan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya.

Sementara pernyataan berbeda justru dikeluarkan oleh Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Surabaya, M. Ikhsan. Menurutnya, dia tidak bisa gegabah dalam menyikapi keputusan yang telah dikeluarkan Mahkamah Konstitusi itu. “Kami masih menunggu dulu apa keputusan berikutnya dari pemerintah pusat,” katanya.

Ketika disinggung apakah proses belajar mengajar di RSBI terganggu dengan keputusan MK tersebut, dia membantahnya. “Saat ini, proses belajar mengajar tetap berjalan dan label RSBI di sekolah negeri tetap ada,” katanya.

Ikhsan mengatakan bahwa jumlah sekolah RSBI yang sudah berjalan 10 tahun di Surabaya mencapai 17 RSBI. RSBI setingkat SMP meliputi SMP Negeri 1, SMP Negeri 6, dan SMP Negeri 26. RSBI setingkat SMA meliputi SMA Negeri 5, SMA Negeri 2, SMA Negeri 15, SMA Negeri 1, SMA Negeri 21, SMA Negeri 13, SMA Negeri 19, dan SMA Negeri 20. RSBI tingkat SMK meliputi SMKN 1, SMKN 5, SMKN 6, SMKN 8, SMKN 10, dan SMKN 11.

Oleh: kakangyogaswara | 3 Januari 2013

Semakin Sering Liburan, Semakin Sehat!

Semakin Sering Liburan, Semakin Sehat!

Ghiboo.com – Bagaimana liburan akhir tahun Anda kemarin? Pasti menyenangkan!

Well tanpa disadari, traveling turut menyehatkan tubuh Anda lho.

Artikel di New York Times oleh Framingham Heart Study yang dipublikasikan di tahun 1992 mengungkapkan travelling membuat jantung sehat.

Para peneliti berpendapat semakin sering seseorang berlibur, maka semakin panjang umur. Terbukti, wanita yang berlibur dua kali dalam setahun cenderung lebih rendah mengembangkan penyakit jantung atau serangan jantung.

Bahkan, liburan singkat selama dua hingga tiga hari sudah membantu membuat tidur malam lebih berkualitas dan mencegah insomnia. Peneliti di Tel Aviv University juga menambahkan bahwa liburan turut menyehatkan jiwa.

Status kesehatan, suasana hati, tingkat ketegangan,

energi dan kepuasan membaik sebelum dan selama liburan, meskipun kembali drop setelah liburan selesai. Disisi lain, liburan turut menaikkan tingkat kebahagiaan seseorang, walaupun baru sekedar wacana atau rencana,” tulis peneliti dalam Wall Street Journal, yang dilansir melalui healthytravelblog.com (2/1).

Oleh: kakangyogaswara | 18 Desember 2012

Profil Sujiwo Tejo

Biografi Biodata dan sujiwo tejoPastinya sudah kenal dengan dalang gondrong yang satu ini dia adalah seorang budayawan. untuk lebih mengenalnya Biodata sujiwotejo dan Biografi sujiwo tejo berikut adalah Informasinya yang saya dapatkan dari Wikipedia

Agus Hadi Sudjiwo (lahir di Jember, Jawa Timur, 31 Agustus 1962;) atau lebih dikenal dengan nama Sujiwo Tejo adalah seorang budayawan Indonesia. Ia adalah lulusan dari ITB. Sempat menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun lalu berubah arah menjadi seorang penulis, pelukis, pemusik dan dalang wayang. Selain itu ia juga sempat menjadi sutradara dan bermain dalam beberapa film seperti Janji Joni dan Detik Terakhir. Selain itu dia juga tampil dalam drama teatrikal KabaretJo yang berarti “Ketawa Bareng Tejo”.

Dalam aksinya sebagai dalang, dia suka melanggar berbagai pakem seperti Rahwana dibuatnya jadi baik, Pandawa dibikinnya tidak selalu benar dan sebagainya. Ia seringkali menghindari pola hitam putih dalam pagelarannya.

Perjalanan Karir

Saat kuliah di jurusan Matematika dan jurusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung, hasrat berkesenian Sujiwo mulai berkembang. Saat itu Sujiwo Tejo menjadi penyiar radio kampus, main teater, dan mendirikan Ludruk ITB bersama budayawan Nirwan Dewanto. Sujiwo Tejo juga menjabat Kepala Bidang Pedalangan pada Persatuan Seni Tari dan Karawitan Jawa di Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun 1981-1983 dan pernah membuat hymne jurusan Teknik Sipil ITB pada Orientasi Studi tahun 1983.

Sujiwo Tejo yang mendalang wayang kulit sejak anak-anak, mulai mencipta sendiri lakon-lakon wayang kulit sebagai awal profesinya di dunia wayang dengan judul Semar Mesem (1994). Ia juga menyelesaikan 13 episode wayang kulit Ramayana di Televisi Pendidikan Indonesia tahun 1996, disusul wayang acappella berjudul Shinta Obong dan lakon Bisma Gugur.

Pergumulannya dengan komunitas Eksotika Karmawibhangga Indonesia (EKI), memberinya peluang untuk mengembangkan dirinya secara total di bidang kesenian. Selain mengajar teater di EKI sejak 1997, Sujiwo Tejo juga memberikan workshop teater di berbagai daerah di Indonesia sejak 1998. Berlanjut pada tahun 1999, Tejo memprakarsai berdirinya Jaringan Dalang. Tujuannya adalah untuk memberi napas baru bagi tumbuhnya nilai-nilai wayang dalam kehidupan masyarakat masa kini. Bahkan pada tahun 2004, Sujiwo Tejo mendalang keliling Yunani.

Pada tahun 1998, Sujiwo Tejo mulai dikenal masyarakat sebagai penyanyi (selain sebagai dalang) berkat lagu-lagunya dalam album Pada Suatu Ketika. Video klip “Pada Suatu Ketika” meraih penghargaan video klip terbaik pada Grand Final Video Musik Indonesia 1999, dan video klip lainnya merupakan nominator video klip terbaik untuk Grand Final Video Musik Indonesia tahun 2000. Kemudian diikuti labum berikutnya yaitu Pada Sebuah Ranjang (1999), Syair Dunia Maya (2005), dan Yaiyo (2007). Selain ndalang, Sujiwo Tejo juga aktif dalam menggelar atau turut serta dalam pertunjukan teater.

Antara lain, membuat pertunjukan Laki-laki kolaborasi dengan koreografer Rusdy Rukmarata di Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Utan Kayu, 1999. Sujiwo Tejo juga menjadi Sang Dalang dalam pementasan EKI Dancer Company yang bertajuk Lovers and Liars di Balai Sarbini, Sabtu dan Minggu, 27-28 Februari 2004. Selain teater, Sujiwo Tejo juga bermain dan menjadi sutradara film.

Debut filmnya adalah Telegram (2001) arahan Slamet Rahardjo dengan lawan main Ayu Azhari. Film ini bahkan meraih Best Actress untuk Ayu Azhari dalam Asia-Pacific Film Festival. Kemudian dilanjutkan Kafir (2002), Kanibal (2004) menjadi Dukun Kuntetdilaga, Janji Joni (2005), dan Kala (2007). Bersama Meriam Bellina, Sujiwo Tejo membintangi Gala Misteri SCTV yang berjudul Kafir-Tidak Diterima di Bumi (2004).

Sujiwo Tejo juga menggarap musik untuk pertunjukan musikal berjudul Battle of Love-when love turns sour, yang digelar 31 Mei sampai 2 Juni 2005 di Gedung Kesenian Jakarta. Hasil pertunjukan karya bersama Rusdy Rukmarata (sutradara & koreografer) dan Sujiwo Tejo (komposer musik) akan digunakan untuk membiayai program pendidikan dan pelatihan bagi anak-anak putus sekolah yang dikelola oleh Yayasan Titian Penerus Bangsa.Sujiwo Tejo juga menyutradarai drama musikal yang berjudul ‘Pangeran Katak dan Puteri Impian’ yang digelar di Jakarta Convention Center tanggal 1 dan 2 Juli 2006.

Oleh: kakangyogaswara | 18 Desember 2012

Biografi Maria Selena

Biografi Maria Selena :
Maria Selena, merupakan mahasiswi Institut Teknologi Bandung (ITB). Maria Selena mewakili provinsi Jawa Tengah pada kontes Puteri Indonesia 2011 kemarin karena orang tuanya Agus Rahmucahyo dan Elizabeth Nurdaryati merupakan orang asli Jawa dari Semarang, dan Maria Selena menjuarai kontes tersebut, mengalahkan 38 peserta yang lain. Sebagai Puteri Indonesia, ia akan mewakili Indonesia pada kontes dunia, Miss Universe pada tahun 2012 yang akan datang.

Data Lengkap Maria Selena :
Lahir : 24 September 1990 (umur 21) Palembang, Sumatera Selatan.
Pekerjaan : Mahasiswa, Model
Tinggi : 1.77 m (5 ft 10 in)
Warna rambut : Hitam
Warna mata : Hitam
Gelar : Puteri Indonesia 2011
Kompetisi : Puteri Indonesia 2011(pemenang)
maria_selena_miss_universe-20121210-006-rita

Oleh: kakangyogaswara | 11 Desember 2012

From Alumni with Love

Tulisan Sebelumnya »

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.