Oleh: kakangyogaswara | 19 Januari 2010

Program Pengembangan SDN CIGELAM PWK

RENCANA PENGEMBANGAN SEKOLAH SDN CIGELAM KEC. BABAKAN CIKAO KAB.PURWAKARTA

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadlirat Tuhan yang Maha Esa karena limpahan taufik dan hidayah-Nya semata kami dapat menyelesaikan penyusunan PROGRAM PENGEMBANGAN SDN CIGELAM tahun 2010/2011 meskipun dalam waktu yang relatif terbatas. Tujuan penyusunan PROGRAM PENGEMBANGAN SDN CIGELAM tahun 2010/2011 ini adalah untuk dijadikan sebagai pedoman evaluasi bagi semua pihak yang terkait dalam rangka pengembangan pembangunan di SDN CIGELAM Purwakarta. Kami mengucapkan tarima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan maupun saran kepada kami dalam penyusunan rencana pengembangan sekolah ini. Akhirnya tiada gading yang tak retak. Kami sangat mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak demi penyempurnaan di masa yang akan datang. Purwakarta, Januari 2010

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Kebijakan Depdiknas tahun 2007 tentang pedoman penjaminan mutu Sekolah Bertaraf Internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, bahwa Sekolah Bertaraf Internasional merupakan sekolah yang sudah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan diperkaya dengan mengacu kepada standar pendidikan salah satu negara anggota Orgnization for Economic Coorperation and Development dan negara maju lainnya yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan, sehingga memiliki daya saing di forum internasional. Standar yang harus dipenuhi harus sama dengan Standar Nasional Pendidikan(SNP) yang meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan dan standar penilaian. B. Landasan Hukum 1. Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 50 ayat 3 yang menyebutkan bahwa “pemerintah dan/atau pemerintah daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf Internasional”. 2. Undang-Undang RI Nomor 32 Tahun 2003 tentang Pemerintah Daerah 3 Undang-Undang RI Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen 4. Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 1990 tentang Pendidikan Dasar 5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 38 Tahun 1992 tentang Tenaga Kependidikan. 6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 25 Tahun 2000 tentang Kewenangan Pemerintah dan Kewenangan Provinsi sebagai Daerah Otonom. 7. Peraturan Pemerintah RI Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan 8. Keputusan MENPAN Nomor 84 Tahun 1993 tentang Jabatan Fungsional guru dan Angka Kreditnya. 9 Peraturan Mendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi. 10. Peraturan Mendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan 11. Peraturan Mendiknas RI Nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Mendiknas RI Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar isi, dan Peraturan Mendiknas RI Nomor 23 Tahun 2006 tentang Standar Kelulusan Tingkat Pendidikan Dasar dan Menengah 12. Peraturan Mendiknas RI Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru 13. Peraturan Mendiknas RI Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru dalam Jabatan 14. Peraturan Mendiknas RI Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 15. Peraturan Mendiknas RI Nomor 20 Tahun 2007 tentang Standar Penilaian Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 16. Peraturan Mendiknas RI Nomor 24 Tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 17. Peraturan Mendiknas RI Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah 18. SK Mendiknas RI Nomor 053/U/2003 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Pendidikan 19. Peraturan Bupati Kabupaten Purwakarta Nomor 17 Tahun 2008 tentang Penerimaan Siswa Baru (PSB). C. Asas Pengembangan Sekolah 1. Mengakrabkan , menghayatkan dan menerapkan nilai-nilai serta norma-norma untuk merealisasiskan nilai-nilai tersebut, standar-standar dan etika global yang menuntut kemampuan bekerjasama lintas budaya dan bangsa. 2. Pro-perubahan : mampu menumbuhkan dan mengembangkan daya kreasi inovasi , nalar dan eksperimenasi untuk menemukan kemungkinan baru ( Joy of Discovery) yang tidak terpaku pada tradisi/ kebiasaan proses belajar yang lebih mementingkan ingatan semata. 3. Menggunakan media pendidikan yang bervariasi dan melibatkan teknologi ICT (Information and Communication Technology) canggih dan mutahir. 4. Mengembangkan berbagai pendekatan dalam penyelenggaraan proses kegiatan pembelajaran termasuk penambahan jam pelajaran dan penyesuaian waktu belajar dalam rangka memberikan penguatan, pengayaan , perluasan, pedalaman dan pengembangan terhadap Standar Nasional Pendidikan (SNP). 5. Menyelenggarakan proses kegiatan pembelajaran melalui bimbingan guru yang memiliki kompetensi profesional, pedagogis, kepribadian dan sosial , komunikasi internasional (khususnya dalam bahasa Inggris) dan penggunakan ICT mutakhir. 6. Mengembangkan proses belajar mengajar yang mendorong : • keingintahuan (sense of curiosity and wonder). • keterbukaan pada kemungkinan-kemungkinan baru. • prioritas pada fasilitas yang dapat meningkatkan kreativitas siswa. 7. Menggunakan bahasa Inggris dalam mata pelajaran matematika dan IPA. 8. Menggunakan buku teks mata pelajaran pelajaran berbahasa Inggris untuk Pelajaran MIPA. 9. Menggunakan kompetensi bersaing secara internasional melalui lomba-lomba olimpiade Science. 10. Mengajarkan budaya lintas bangsa dan wawasan internasional dengan tetap mempertahankan jati diri. 11. Menyelengarakan layanan pendidikan berkualitas yang sesuai dengan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional yakni : (1) pemerataan dan perluasan pendidikan, (2) peningkatan mutu, relevansi dan daya saing, (3) penguatan tata kelola akuntabilitas dan pencitraan publik 12. Mengembangkan program kerjasama kemitraan dengan sekolah, pusat-pusat pelatihan, lembaga sertifikasi dan lembaga lian dengan sekala nasional maupun internasional.   BAB II

PROGRAM PENGEMBANGAN SD NEGERI CIGELAM KEC.BABAKAN CIKA KAB.PURWAKARTA

A. ANALISIS LINGKUNGAN STRATEGIS SDN CIGELAM berada di lingkungan yang sangat strategis, letaknya berada di pusat Kecamatan Babakan Cikao (BBC), . Faktor-faktor lingkungan eksternal yang berpengaruh terhadap penyelenggaraan pendidikan diantaranya adalah sebagai berikut : a. Faktor Geografis Lingkungan Sekolah SDN CIGELAM berada di lingkungan yang sangat strategis, letaknya berada di pusat Kecamatan Babakan Cikao (BBC), . Disamping itu lingkungan yang tertata rapi berada di aantara pusat industri di kota Purwakarta yaitu kawasan BIC b. Faktor Demografi Masyarakat sekitar. Tingkat kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan sangat tinggi dan didukung oleh usia sekolah yang cukup banyak , sehingga prospek keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan Di Purwakarta sangat baik. c. Faktor Kondisi sosial ekonomi Masyarakat Kondisi sosial masyarakat di Purwakarta sangat heterogen , pada umunya terdiri dari pegawai, pedagang, wiraswasta dan buruh pabrik, sebagian kecil bermatapencaharian sebagai petani. Hal ini karena didukung oleh kondisi Kota Purwakarta yang menjadi daerah kawasa industri. d. Faktor kebijakan di bidang pendidikan Kebijakan pemerintah di bidang pendididkan yaitu dengan adanya program wajib belajar 9 tahun , Pemerintah telah menegluarkan dana BOS, dan BAGUS juga bantuan pemerintah daerah lannya yang menunjang terselenggaranya pendidikan yang lebih baik lagi. Dalam memasuki era globalisasi generasi muda Indonesia dituntut untuk dapat menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang semakin cepat. Hal ini perlu terus diikuti dan disikapi dengan tiada hentinya mempersiapkan generasi muda sebagai sumber daya manusia Indonesia yang mampu mengisi dan membangun cita-cita proklamasi Indonesia. 1. Untuk mempersiapkan generasi muda penerus bangsa dalam rangka mengembangkan kemampuan yang dimilikinya secara maksimal dan membentuk watak , kepribadian yang luhur serta peradaban bangsa yang bermartabat, cerdas, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab, diperlukan persiapan , penataan dan pembinaan secara matang di bidang pendidikan. 2. Pendidikan merupakan suatu sistem di mana di dalamnya mengemban misi yang mampu menjamin pemerataan kesempatan pendidikan, meningkatkan mutu serta relevansi dan efesiensi pengelolaan pendidikan untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan kehidupan lokal, nasional dan global sehingga perlu dilakukan peningkatan secara terencana, terarah dan berkesinambungan. 3. Kedepan pendidikan yang diharapkan sebagaimana disebutkan pada butir 2 di atas, adalah sebagai berikut : a. Terselenggarakannya pendidikan secara demokratis dan berkeadilan tidak diskriminatif, menjunjung tinggi hak asasi, nilai keagamaan, nilai etika, nilai kultural, dan menghormati kemajemukan budaya. b. Terselenggaranya pendidikan sebagai suatu proses pembudayaan dan perberdayaan siswa yang berlangsung sepanjang hayat. c. Terselenggaranya pendidikan dengan memberikan keteladanan, membangun kemauan dan keingintahuan serta mengembangkan kreativitas siswa dalam proses pembelajaran d. Terselenggaranya pendidikan dengan mengembangkan budaya membaca, menulis, berhitung dan budaya santun bagi segenap warga sekolah e. Terselenggaranya pendidikan yang ditopang dengan pemberdayaan semua komponen masyarakat melalui peran-serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. 5. Dalam Upaya peningkatan mutu , efisiensi, relevansi, dan peningkatan daya saing secara nasional sekaligus internasional pada jenjang pendidikan dasar dan menengah yang diikuti dengan an pentingnya pendidikan bertaraf internasional . Hal itu ditandai oleh tumbuhnya sekolah berstandar nasional bahkan berstandar internasional di tanah air. Upaya pemerintah tersebut harus terus dilakukan sehingga 10 sampai 20 tahun ke depan diharapkan SD di seluruh Indonesia sudah memenuhi standar nasional sebagai mana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Tentu saja berkaitan hal tersebut diperlukan kebijakan-kebijakan pemerintah, termasuk kebijakan politis, seperti penetapan anggaran pendidikan pada APBN seperti yang disyaratkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

B. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI

Kondisi pendidikan di SDN CIGELAM Kec. BBC Kab. Purwakarta pada saat ini secara umum dapat digambarkan sebagai berikut : 1. PEMERATAAN KESEMPATAN BELAJAR Untuk pemerataan kesempatan belajar setiap siswa mendapat dukungan dan bantuan dari Pemerintah berupa Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan BAGUS ( Bantuan Gubernur Untuk Siswa ), serta subsidi silang dari partisipasi masyarakat. Disamping dari pihak pemerintah, pihak swasta dan lembaga- lembaga pendidikan lain ikut bekerjasama dalam memberikan beasiswa bagi siswa yang berprestasi baik di bidang akademik maupun non akademik. Pemerataan Kesempatan Belajar dan Efisiensi saat ini belum semuanya terwujud dalam upaya peningkatan mutu, di segala bidang, karena terhambat pada akses pemerataan pendidikan untuk Wajib belajar 9 tahun , kesiapan fisik sekolah, seperti ruang kelas, ruang laboratorium IPA, laboratorium Komputer, Ruang Keterampilan, Penjaskes, Ruang Guru, ruang Perpustakaan, Ruang Pertemuan ,dan sarana penunjang lainnya. Untuk di SD Negeri Cigelam, sarana dan prasarana yang diperlukan sudah mendukung meskipun masih ada kekurangan . Hal ini dapat diatasi bila ada kerjasama yang baik antara pihak Pemerintah, Sekolah dan masyarakat. 2. KUALITAS RELEVANSI DAN EFISIENSI Masih rendahnya standar kelulusan siswa, terutama dalam penentuan standar ketuntasan belajar setiap kompetensi dasar dari tiap mata pelajaran merupakan hal yang problematik. Untuk ketuntasan belajar dari setiap mata pelajaran baru 7,8 dan untuk kelulusan rata-rata 8,5. Selanjutnya untuk ke depan tingkat ketuntasan dinaikan dari nilai 8,0 menjadi 8.2 dan tingkat kelulusan dari 8.3 menjadi 8,5 sehingga ke depan secara bertahap sekolah mencapai standar nasional minimal rata-rata nilai baik nilai kenaikan, ujian sekolah, maupun ujian nasional sebesar 8,0. Untu meningkatkan keunggulan sekolah melalui proses belajar , terutama dalam hal mewujudkan pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan diperlukan strategi atau pendekatan dalam pembelajaran oleh guru, tentunya dalam proses pembelajaran guru harus mampu dan terampil menggunakan berbagai metode yang sesuai kondisi siswa/kelas yang dihadapi, metode yang digunakan tidak hanya ceramah saja, tetapi metode lain yang bervariasi. Misalnya: Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning), Cooperatif learning, Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM), Pembelajaran dengan metode kuantum, diskusi, tugas, berbasis masalah dan sebagainya. Proses pembelajaran yang cocok, tepat dan baik akan membantu siswa dalam penguasaan materi pelajaran juga membantu dalam pengembangan aspek, kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kualitas pendidikan di SDN Cigelam dapat diketahui dari gambaran siswa yang lulus 100 %, kualifikasi pendidikan tenaga pendidik dan kependidikan yang hampir 80 % sudah sarjana , Media pembelajaran yang ada belum mencukupi sehingga masih perlu ada penambahan, sarana yang belum lengkap, suasana belajar yang sudah kondusif tapi masih perlu ditingkatkan, Prestasi siswa dan guru baik di bidang akademik maupun non akademik, Pelaksanaan KTSP sudah dilaksanakan meskipun masih perlu penyempurnaan. kualifikasi pendidikan dan tenaga kependidikan hampir 80 % sudah sarjana dan mengajar sesuai bidangnya . 3. MANAJEMEN , GOOD GOVERNANCE DAN PENCITRAAN PUBLIK . Manajemen sekolah tengah dibenahi dengan meningkatkan efisiensi pendayagunaan sumber daya pendidikan dan mengupayakan agar tenaga pendidik dan kependidikan dapat melaksanakan tugasnya secara efektif dan efisien, mengedepankan pengelolaan pendidikan yang berpihak pada masyarakat, meningkatkan mutu pelaksanaan monitoring dan evaluasi dan memanfattkan hasil monitoring dan evaluasi. Kapasitas sekolah telah berupaya dikembangkan sistematika peningkatan sumber daya manusia , lembaga sekolah , dan sistematika sekolah yang benar-benar mampu menjalankan tugas dan fungsinya sehingga tercipta kondisi sekolah yang akuntabel dan suistabel . Kemajuan iptek dan isu global, selain siswa dapat menguasai ilmu dan pengetahuan sesuai karakteristik satuan pendidikan, ia juga dapat mengembangkan potensi/kemampuan semua aspek, terutama dalam pengembangan life skill. Sekolah menyediakan dan menyalurkan siswa yang berminat dan berbakat ke dalam bidang pengembangan keterampilan, baik melalui kegiatan intrakurikuler ( Mulok) maupun ekstrakurikuler. Pengembangan aspek kepribadian perlu ditata dan diwujudkan dalam kegiatan sehari-hari terutama di sekolah, misalnya pembiasaan sholat, membaca, berprilaku santun, menghargai diri sendiri dan orang lain, sehingga siswa mampu menerapkan sikap dan perilaku yang diwarnai oleh nilai-nilai; nilai agamis, nilai moral, nilai sosial, nilai kultur, maupun nilai etos belajar. Guru dan tenaga kependidikan berkerja secara profesional, memahami dan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi masing-masing mempunyai komitmen tinggi, berdidikasi, etos kerja tinggi, loyal, kooperatif dan berkolaborasi dalam kegiatan sekolah, dan 100 % guru berkualifikasi.

C. ANALISIS KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG ( 5 TAHUN KE DEPAN )

Sistem pendidikan di SDN Cigelam pada lima tahun yang akan dating adalah sebagai berikut : 1. Pemeratan Kesempatan Terjadinya kerjasama yang produktif dengan pemerintah, swasta dan pihak-pihak penyandang dana, baik secara rutin maupun insendital seperti : BNI’46, POS GIRO, Dinas Kesehatan, Kepolisian, Pemerintah Daerah, PT. Indorama, Penerbit dan Lembaga Pendidikan Lainnya. 2. Kualitas, Relevansi dan Efisiensi. 1. Tercapainya KKM semua mapel 8,0 2. Tercapainya NUN 8,5 3. Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang Matematika 4. Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang IPA 5. Mempertahankan juara ke-1 tk kab/kota bidang Bahasa Inggris 6. Menjadi juara 1 tk.Wilayah 7. Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang bulu tangkis 8. Memperoleh juara ke-2 tk Wilayah 9. Memperoleh juara ke- 2 tk Nasional 10. Tercapainya Persentase kelulusan UN 100% 11. Tercapainya Jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100% 12. Tercapainya administrasi kurikulum mata pelajaran 100 % memenuhi standar nasional 13. Tercapainya Penerapan KTSP 100% dilaksanakan di kelas VII – kelas IX pada semua mata pelajaran. 14. Tercapainya Perangkat pembelajaran tersusun sistematis dan terdomentasikan 100% dari semua mata pelajaran dari kelas VII – kelas IX. 15. Pemetaan pengelompokan materi pelajaran serumpun sesuai KTSP untuk kelompok mata pelajaran kelas VII – kelas IX rata-rata 16. Tercapainya guru melaksanakan pembelajaran sesuai KTSP/KBK. 17. Tercapainya guru membuat silabus yang memenuhi standar KTSP/KBK nasional dan internasional 18. Tercapainya Guru membuat RPP dan memenuhi standar nasional 19. Tercapainya guru melaksanakan penilaian sesuai dengan standar kurikulum. 20. Tercapainya Guru berhasil menyusun prota, promes, dan promig 21. Tercapainya Guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran 22. Tercapainya Pelaksanaan remidial 23. Tercapainya Guru yang melaksanakan program pengayaan 24. Tercapainya supervisi pembelajaran 25. Tercapainya pendalaman materi unas siswa kelas 6 (enam) 26. Tercapainya Peningkatan SDM sekolah 27. Tercapainya Pengembangan PBM melalui tutor sebaya 28. Tercapainya Guru melakukan pengembangan metode pembelajaran dengan CTL 29. Tercapainya Guru mengembangkan inovasi bahan dan sumber pembelajaran 30. Tercapainya Guru mengembangkan pe-ngelolaan dan manajemen kelas 31. Dibangunnya ruang kepala sekolah: min. 12 m2 32. Dibangunnya Ruang wakil KS 33. Terpenuhinya ruangan kelas 34. Terpenuhinya perpustakaan standar 35. Terpenuhinya Ruang Lab. IPA: 2 ruang standar 36. Terpenuhinya Ruang guru: standar (> 4m2 / guru) 37. Tersedianya gudang 38. Terpenuhinya Ruang Lab. Bahasa sesuai SNP 39. Terpenuhinya Ruang Lab. Komputer sesuai SNP 40. Tersedianya Ruang multi media sesuai SNP 41. Tersediannya Ruang akademik dan pengembangan SIM 42. Tersediannya Ruang kantin: standar (>10m2) 43. Tersediannya Daya listrik standar (>6000W) 44. Tersediannya Komputer Guru: 5 unit 45. Tersedianya Komputer TU: 6 46. Tersediannya Komputer perpustakaan: 20 unit 47. Tersediannya Komputer Lab IPA: 1 unit 48. Tersediannya Jaringan internet: ada 49. Dibangunnya Jaringan LAN Komputer 50. Tersediannya Sarana olah raga 51. Guru mendapat pelatihan/workshop sesuai dengan bidangnya. 52. Guru mengajar sesuai dengan kualifikasi bidang studinya 53. Guru dan TU dapat mengoperasikan komputer 54. Guru menggunakan media pembelajaran 55. Guru dan TU mendapatkan monev dari kepala sekolah 56. Kuantitas tenaga kependidik-an sesuai kebutuhan 57. Guru melakukan tindakan kelas dalam mengatasi hambatan PBM 58. Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran dilaksanakan 59. Pengembangan penilaian, guru dan sekolah 100 % melaksanakan sistem penilaian sesuai kurikulum atau standar penilaian nasional 60. Pengembangan instrumen atau perangkat penilaian untuk berbagai model soal. 61. Pengembangan pedoman penilaian hasil belajar pada kelompok bidang studi dilaksanakan 62. Pengembangan penilaian dalam lomba-lomba non akademis dan uji coba dalam mata pelajaran unas untuk peningkatan standar nilai terlaksana secara optimal 63. Tercapainya pengembangan penilaian dengan pihak-pihak yang lain baru 3. Managemen Good Governance dan Pencitraan Publik 1. Pembiayaan memenuhi Standar Nasional ( diatas Rp. 80.000/bulan /anak), 2. Terwujudnya penggalangan dana dari sponsor rata-rata 3. Terwujudnya penggalangan dana dari kopsis meningkat 4. Terwujudnya kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 5. Sumber dana 6 Jenis: BOS, Rutin, Komite Rutin, APBD Kab., APBD Prov., Pusat 6. Terdapat dokumen Rencana Kerja Anggaran Sekolah tiap tahun, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang sesuai dengan SNP 7. Terimplementasi-kan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu mandiri/otonom, transparan, akuntabel. Melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya, program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas dan dapat kontinyuitas baik mengenai program, kemampuan, hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak menajemen sekolah sesuai SNP 8. Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah yang sesuai

D. IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI) ANTARA KONDISI PENDIDIKAN SAAT INI TERHADAP KONDISI PENDIDIKAN MASA DATANG

1. Dalam usaha mengakses pendidikan terutama dalam menuntaskan Wajar 9 tahun dan pemerataan pendidikan sekolah dihadapkan pada kenyataan bahwa setiap tahunnya belum semua siswa bersekolah . dan sebagian dari mereka belum tertampung seluruhnya yang tertampung yaitu baru sekitar 50% orang yang dapat dilayani. Hal ini disebabkan daya tampung (kelas) yang tidak mamadai. Untuk itu perlu upaya untuk terus mengembangan atau penambahan ruang kelas agar semua siswa dapat tertampung. 2. Untuk mewujudkan efisiensi dan efektifitas dalam pendidikan, diupayakan pengelolaan sekolah yang strategis dan sistematis, baik dalam perencanaan, proses/pelaksanaan, pembiayaan, maupun hasil. Untuk itu diperlukan pengelolaan sekolah yang mengarah pada pencapaian standar nasional pendidikan. 3. Untuk mewujudkan mutu yang tinggi dan relevansi pendidikan, sekolah perlu penataan dan pengelolaan sumber daya yang ada melalui peningkatan standar isi/kurikulum, standar tenaga pendidik dan kependidikan, peningkatan standar proses, standar sarana-prasarana pendidikan, peningkatan standar kelulusan, peningkatan standar mutu kelembagaan dan manajemen, standar pembiayaan dan standar penilaian. 4. Dalam upaya mewujudkan sekolah yang berkualitas tinggi, selain perlu dukungan internal sekolah sebagaimana tersebut pada poin di atas, juga keterlibatan orang tua, komite sekolah, masyarakat dan pemerintah sebagai dukungan eksternal, secara bersama-sama, bahu membahu, mendorong dan mendukung, serta berpartisipasi aktif dalam mewujudkan sekolah yang kondusif, yaitu terjalinnya hubungan dan komunikasi yang harmonis serta dinamis dalam mensukseskan program sekolah, agar tercapai sesuai dengan sasaran dan tujuan yang diharapkan oleh sekolah.

TABULASI IDENTIFIKASI TANTANGAN NYATA (KESENJANGAN KONDISI):

No Kondisi Pendidikan Saat Ini Kondisi Pendidikan Masa Datang Besar Tantangan Nyata Pemerataan Kesempatan dan Efisiensi 6 Standar Pembiayaan Standar Pembiayaan  Standar pembiayaan rata-rata masih rendah (dibawah Rp. 35.000/bulan / anak), rata-rata 50%  Peningkatan penggalangan dana dari berbagai sumber 20%  Peningkatan pengembangan wirausaha ( Kopsis) 25%  Kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana baru 50%  Sumber dana 3 jenis: BOS, Rutin, Komite sekolah  Pembiayaan memenuhi Standar Nasional ( diatas Rp. 80.000/bulan /anak), rata-rata 100 %  Terwujudnya penggalangan dana dari sponsor rata-rata 60 %.  Terwujudnya penggalangan dana dari kopsis meningkat 70%  Terwujudnya kerjasama dengan alumni dalam penggalangan dana 100 %  Sumber dana 6 Jenis: BOS, Rutin, Komite Rutin, APBD Kab., APBD Prov., Pusat 50% 40% 45% 50% Kurang 3 Peningkatan Mutu dan Relevansi a. Bidang Akademik:  Rata-rata pencapaian KKM semua mapel 7,0  Rata-rata pencapaian NUN 8,2  Memperoleh juara ke-2 tk kab/kota bidang Matematika  Memperoleh juara ke-5 tk kab/kota bidang IPA  Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang Bahasa Inggris  Rata-rata pencapaian KKM semua mapel 8,0  Rata-rata pencapaian NUN 8,5  Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang Matematika  Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang IPA  Mempertahankan juara ke-1 tk kab/kota bidang Bahasa Inggris 1,50 1,0 0,3 1 tingkat 3 Tingkat 0 tingkat B Bidang nonakademik:  Memperoleh juara ke-1 kab/kota bidang karate  Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang bulu tangkis  Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang basket  Memperoleh juara 3 kejuaraan tk nasional bidang Tenis lapangan  Menjadi juara 1 tk.Wilayah  Memperoleh juara ke-1 tk kab/kota bidang bulu tangkis  Memperoleh juara ke-2 tk Wilayah  Memperoleh juara ke- 2 tk Nasional. 3 tingkat 1 tingkat 2 tingkat 1 tingkat C Kelulusan:  Persentase kelulusan UN tahun 2007 / 2008 yaitu 100 %  Persentase kelulusan UN tahun berikutnya = 100% 0% d Melanjutkan studi: - - Jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100% Jumlah lulusan yang melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi 100% 0% a. Pengembangan kurikulum KTSP  Administrasi kurikulum mata pelajaran 80% memenuhi standar nasional  Penerapan KTSP baru memenuhi 70% dari semua mata pelajaran dari kelas VII –kelas IX  Perangkat pembelajaran KTSP baru 70% tersusun secara sistimatis dan terdokumentasikan dari kelas VII – kelas IX b. Pengembangan pemetaan materi KTSP 70%  Program pengelompokan materi pelajaran yang serumpun sesuai KTSP dilaksanakanberkesinambungan untuk semua mata pelajaran.  70% guru melaksanakan pembelajaran sesuai KTSP/KBK. c. Pengembangan Silabus  Guru mata pelajaran 70% telah membuat silabus sesuai KTSP/KBK d. Pengembangan RPP  70 %guru telah membuat RP yang berstandar CTL/PAKEM e. Pengembangan sistem penilaian  80% guru melaksanakan sistem penilaian walaupun ada kendalanya  Administrasi kurikulum mata pelajaran 100 % memenuhi standar nasional  Penerapan KTSP 100% dilaksanakan di kelas VII – kelas IX pada semua mata pelajaran.  Perangkat $pembelajaran tersusun sistematis dan terdomentasikan 100% dari semua mata pelajaran dari kelas VII – kelas IX.  Pemetaan pengelompokan materi pelajaran serumpun sesuai KTSP untuk kelompok mata pelajaran kelas VII – kelas IX rata-rata 100%  100% guru melaksanakan pembelajaran sesuai KTSP/KBK.  100 % membuat silabus yang memenuhi standar KTSP/KBK nasional  Guru membuat RPP dan memenuhi standar nasional 100%  100% guru melaksanakan penilaian sesuai dengan standar kurikulum. 20 % 30 % 30% 30% 30% 30% 30% 20%  80% guru mendapat pelatihan /workshop sesuai dengan bidangnya  80% guru mengajar sesuai dengan kualifikasi bidang studinya  Guru dan TU yang dapat mengoperasikan komputer, baru 35%  50% guru menggunakan media pembelajaran dalam PBM.  65% guru dan TU sudah mendapatkan monev dari kepala sekolah  Kuantitas tenaga kependidik-an belum memenuhi, baru 90%  50% guru melakukan tindakan kelas dalam mengatasi hambatan PBM  100% guru mendapat pelatihan/workshop sesuai dengan bidangnya.  100% guru mengajar sesuai dengan kualifikasi bidang studinya  100% guru dan TU dapat mengoperasikan komputer  100% guru menggunakan media pembelajaran  Guru dan TU mendapatkan monev dari kepala sekolah 100%  Kuantitas tenaga kependidik-an sesuai kebutuhan, 100%  100% guru melakukan tindakan kelas dalam mengatasi hambatan PBM 20% 20% 65% 50% 35% 10% 50%  Guru yang menyusun prota, promes, dan promig, 70%  Guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran, 45 %  Pelaksanaan remidial mancapai 70%  Guru yang melaksanakan program pengayaan baru 70 %  Supervisi pembelajaran 70% pendalaman materi unas siswa kelas IX, 80%  Peningkatan SDM sekolah 70%  Pengembangan PBM melalui tutor sebaya baru 70 %  Guru melakukan pengem-bangan metode pembelajaran dengan CTL 70%  Guru mengembangkan inova-si bahan dan sumber pembelajaran 60%  Guru mengembangkan pe-ngelolaan dan manajemen kelas 50 %  Guru yang menyusun prota, promes, dan promig 100 %  Guru yang mengembangkan inovasi pembelajaran 100 %  Pelaksanaan remidial mancapai 100 %  Guru yang melaksanakan program pengayaan 100 %  Supervisi pembelajaran 100 %  pendalaman materi unas siswa kelas IX 100%  Peningkatan SDM sekolah 100%  Pengembangan PBM melalui tutor sebaya 100 %  Guru melakukan pengem-bangan metode pembelajaran dengan CTL 100%  Guru mengembangkan inovasi bahan dan sumber pembelajaran 100%  Guru mengembangkan pe- Guru mengembangkan pe-ngelolaan dan manajemen kelas 100% 30 % 55 % 30 % 30 % 30 % 20 % 30 % 30 % 30% 40% 50% a Sarana dan Prasarana Minimal Sarana dan Prasarana Minimal  Ruang kepala sekolah: 10 m2  Ruang wakil KS dan PKS ada tapi belum memadai  Ruang kelas standar 22 ruang, rombel 27 kelas   Ruang kelas 18 ruang dengan rombel 21 kelas  Ruang perpustakaan: tidak standar  Ruang Lab. IPA: 1 ruang tidak standar  Ruang guru: tidak standar (< 4m2 / guru)  Gudang: 1 buah  Ruang UKS 65% terpenuhi  Ruang kepala sekolah: min. 12 m2  Ruang wakil KS ada Dan memadai  Ruang kelas kekurangan 5 ruang tidak standar  Ruang kelas 21 ruang  Ruang perpustakaan standar  Ruang Lab. IPA: 2 ruang standar  Ruang guru: standar (> 4m2 / guru)  Gudang: ada  Menambah 1 ruang Terbangun ruang KS standar dilengkapi WK KS sesuai standar Terbangun 3 R kelas Terbangun 3 RKB Standar Terbangun R perpustakaan Terbangun 2 R lab IPA Std. Terbangun ruang guru standar Terbangun 1 gudang 1 ruang 35 %Melengkapi ruang UKS b Sarana dan Prasarana Lainnya Sarana dan Prasarana Lainnya  Ruang Lab. Bahasa: tidak ada  Ruang Lab. Komputer ada  Ruang multi media: tidak ada  Ruang akademik dan pengembangan SIM: tidak ada  Ruang kantin: tidak standar (<10m2)  Ruang Lab. Bahasa: ada dan standar  Ruang Lab. Komputer: ada dan standar  Ruang multi media: ada dan standar  Ruang akademik dan pengembangan SIM: ada dan standar  Ruang kantin: standar (>10m2) Terbangun R Lab Bahasa Terbangun R Lab Komputer Terbangun R multi media Terbangun R akademik dan SIM Terbangun R kantin standar c Fasilitas Pembelajaran dan Penilaian Fasilitas Pembelajaran dan Penilaian  Daya listrik rendah (< 4400W)  Komputer Guru: 1 unit  Komputer TU: 2 unit  Komputer perpustakaan ada 10 unit  Komputer Lab IPA  Jaringan internet  LAN Komputer : tidak ada  Sarana olah raga: 60%  Daya listrik standar (>6000W)  Komputer Guru: 5 unit  Komputer TU: 6  Komputer perpustakaan: 20 unit  Komputer Lab IPA: 1 unit  Jaringan internet: ada  LAN Komputer : ada  Sarana olah raga: 100% 3000W 20% 4 unit 10 unit 1 unit Terpasang jaringan Terpasang LAN 40%  Pengembangan perangkat model penilaian pembelajaran belum efektif baru dilaksanakan 50%  Implementasi model evaluasi pembelajaran: Ulangan harian, tengah semester, akhir semester, kenaikan kelas, 65%  Pengembangan instrumen atau perangkat penilaian untuk berbagai model soal, 50%  Pengembangan pedoman penilaian hasil belajar pada kelompok bidang studi, baru 50%.  Pengembangan penilaian dalam lomba-lomba non akademis dan uji coba dalam mata pelajaran unas untuk peningkatan standar nilai baru 50 % terlaksana.  Pengembangan penilaian dengan pihak-pihak yang lain baru 50%  Pengembangan perangkat model-model penilaian pembelajaran dilaksanakan 100%  Pengembangan penilaian, guru dan sekolah 100 % melaksanakan sistem penilaian sesuai kurikulum atau standar penilaian nasional  Pengembangan instrumen atau perangkat penilaian untuk berbagai model soal, 100%  Pengembangan pedoman penilaian hasil belajar pada kelompok bidang studi dilaksanakan 100%.  Pengembangan penilaian dalam lomba-lomba non akademis dan uji coba dalam mata pelajaran unas untuk peningkatan standar nilai terlaksana secara optimal 100%  Pengembangan penilaian dengan pihak-pihak yang lain baru 100% 50 % 35 % 50% 50% 50% 50% Managemen & Good Governance dan Pencitraan Publik  Terdapat dokumen Rencana Kerja Anggaran Sekolah ( RKAS) tiap tahun, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang baru mencapai 60%  Mengimplementasikan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu mandiri/otonom, transparan, akuntabel. Melakukan parti- sipasi/kerjasama dengan masya rakat dan lainnya, program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas dan dapat kontinyuitas baik mengenai program, kemampuan, hasil program serta lainnya oleh pihak menajemen sekolah baru mencapai 60 %  Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah baru mencapai 50%  Terdapat dokumen Rencana Kerja Anggaran Sekolah tiap tahun, baik untuk jangka pendek, menengah, maupun panjang sesuai dengan SNP 100%  Mengimplementasi-kan MBS dengan indikator pencapaian sekolah/manajemen mampu mandiri/otonom, transparan, akuntabel. Melakukan partisipasi/kerjasama dengan masyarakat dan lainnya, program-program dan pengelolaan yang fleksibilitas dan dapat kontinyuitas baik mengenai program, kemampuan, hasil-hasil program serta lainnya oleh pihak menajemen sekolah sesuai SNP 100 %  Terdapat berbagai model pengembangan pengelolaan sekolah yang sesuai SNP 100% 40% 40% 50%

E. VISI SEKOLAH

Visi :

Dengan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional , dan kecerdasan intelektual , SDN CIGELAM sebagai sekolah terunggul di Kab. Purwakarta.

F. MISI SEKOLAH

1. Menumbuhkembangkan peserta didik yang berdaya nalar tinggi dengan dilandasi iman dan taqwa. 2. Menumbuhkembangkan potensi kepribadian peserta didik yang jujur , tanggung jawab, visioner, disiplin , kerjasama adil dan peduli. 3. Mencetak pesrta didik yang memeiliki daya saing tinggi seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. 4. Menumbuhkembangkan sikap entrepreuneur dalam manajemen sekolah 5. Menembangkan konsep pendidikan multikultural menuju sekolah yang berwawasan lingkungan.

G. TUJUAN SEKOLAH DALAM 4 (EMPAT) TAHUN

Pada tahun pelajaran 2008/2009 sampai dengan tahun pelajaran 2012/2013 diharapkan : 1. Memiliki lulusan yang unggul dalam prestasi akademik dan non kademik 2. Mewujudkan proses pembelajaran yang variatif dan inovatif 3. Mewujudkan administrasi kurikulum yang lengkap, berstandar nasional dan internasional. 4. Mewujudkan komitmen dan kompetensi tenaga penddik dan kependidikan yang profesional. 5. Mewujudkan pengelolaan pendidikan partisipatif, transparan, dan akuntabel. . 6. Mewujudkan sarana dan prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung PBM 7. Mewujudkan sumber dana yang memadai, memenuhi kegiatan sekolah yang berstandar nasional dan internasional. 8. Mewujudkan sistem penilaian beragam (multiaspek) untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas. 9. Mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusif, tertib, bersih, indah, ramah.

H. PROGRAM STRATEGIS

Dalam rangka mewujudkan SDN Cigelam dengan kualifikasi sekolah standar Internasional ,nasional maka program strategis yang dicanangkan diarahkan pada delapan standar nasional pendidikan yang terkandung di dalam PP No. 19 Tahun 2005. Adapun program strategis yang dicanangkan adalah sebagai berikut: 1. Pengembangan kompetensi lulusan di sekolah sesuai dengan SNP dan memiliki standar keinternasionalan yaitu peningkatan kemampuan berbahasa Inggrsi dan kemampuan TIK . 2. Pengembangan kurikulum yang berstandar nasional dan standar Internasional, dengan mengembangkan kurikulum muatan lokal berbasis lingkungan. 3. Pengembangan proses pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan 4. Pengembangan kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan sesuai SNP 5. Pengembangan sarana dan prasarana atau fasilitas sekolah yang relevan dan memadai 6. Pengembangan dan implementasi pengelolaan/manajemen sekolah sesuai dengan SNP 7. Pengembangan dan penggalian sumber dana pendidikan dan implementasinya 8. Pengembangan dan implementasi sistem penilaian untuk semua mata pelajaran dan jenjang kelas.

I. STRATEGI PELAKSANAAN/PENCAPAIAN

1. Pengembangan Standar Isi 1). Untuk mewujudkan SSN berkaitan dengan standar isi kurikulum antara lain melakukan pengembangan kurikulum yang dinamis dan inovatif, dengan strategi: menjalin kerjasama dengan Komite Sekolah, kunjungan, lokakarya, dan workshop untuk menghasilkan Kurikulum Muatan Lokal yang sesuai kondisi sekolah dan daerah. 1) Peningkatan pembekalan keterampilan siswa melalui pengembangan akademis maupun nonakademis yang didukung oleh semua komponen sekolah, orang tua maupun masyarakat. 2) Peningkatan administrasi kurikulum yang berstandar Nasional untuk semua mata pelajaran, terutama B. Inggris, TIK, Matematika dan IPA . dengan strategi: melakukan koordinasi dengan guru mata pelajaran, menyiapkan blanko/instrumen, studi banding, mengadakan workshop dan kerjasama dengan pihak lain yang terkait. 3) Pengembangan pemetaan pengelompokan materi pelajaran yang serumpun : strateginya: mengadakan musyawarah guru mata pelajaran sekolah, membentuk KKG sekolah, pelatihan, dan menjalin kerjasama dengan sekolah lain. 4) Pengembangan analisis materi, silabus, RPP (prota, promes, promig), dan evaluasi pembelajaran yang berstandar Nasional dengan strategi : melakukan koordinasi Kepala Sekolah, guru dan Komite Sekolah, menyiapkan instrumen/blanko yang dibutuhkan, menyusun jadwal kegiatan, mendatangkan nara sumber, warkshop, melakukan kegiatan dalam menganalisis materi, menetapkan SK, KD, menyusun silabus, RP (prota, promes, promig), dan mengevaluasi proses dan hasil pengembangan. 5) Pengembangan instrumen penilaian yang berstandar SNP, strateginya : menyusun jadwal kegiatan, mendatangkan nara sumber, workshop, studi banding, menyusun dan melaksanakan perangkat penilaian, serta mengevaluasi proses/hasil 2. Peningkatan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan Peningkatan pendidik dan tenaga kependidikan yang profesional dengan strateginya sebagai berikut: 1) Menjalin kerjasama dengan komite sekolah, studi banding, KKG, pelatihan, Workshop, kolaborasi teman sejawat dan kerjasama dengan pihak terkait, dan mengevaluasi. 2) Peningkatan tenaga pendidik dan kependidikan yang berkualifikasi, dengan strategi: pendataan, melakukan koordinasi, mengikuti pelatihan/workshop, melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi dan evaluasi. 3) Peningkatan tenaga pendidik dan kependidikan yang mampu mengoperasionalkan komputer, strateginya : melakukan koordinasi, menyusun perencanaan dan jadwal kegiatan, menyeleksi pelatih/tutor, melakukan pelatihan, menjalin kerjasama dengan komite, menyiapkan peralatan komputer, dan mengevaluasi. 4) Peningkatan guru dalam melaksanakan PTK untuk peningkatan proses pembelajaran, strateginya: inventarisasi personal, pembuatan jadwal, menyiapkan ATK, mengundang nara sumber, pelatihan, mendokumentasikan hasil, dan mengevaluasi. 3. Peningkatan Standar Proses 1) Pengembangan proses pembelajaran yang efektif dan efisien untuk semua mata pelajaran, strateginya: melakukan koordinasi, menyusun jadwal kegiatan, menyeleksi nara sumber, workshop, studi banding, pelatihan, menjalin kerjasama dengan komite, dan mengevaluasi 2) Pengembangan model-model dan inovasi dalam pembelajaran untuk semua mata pelajaran, strategi: Menyusun perencanaan dan jadwal, menyeleksi nara sumber, pelatihan/workshop, kolaborasi teman sejawat, studi banding dan mengevaluasi. 3) Pengembangan sumber dan bahan pembelajaran yang inovatif, strategi: mengidentifikasi sumber dan bahan pembelajaran yang inovatif, merencanakan sumber dan bahan pembelajaran yang dibutuhkan, melaksanakan pengadaan sumber dan bahan pembelajaran, memanfaatkan dan mengevaluasi sumber dan bahan pembelajaran. 4. Peningkatan Standar Sarana Prasarana Pendidikan 1) Peningkatan sarana pembelajaran yang memadai dan relevan dalam mendukung PBM, strateginya : Pendataan kebutuhan media pembelajaran, klasifikasi prioritas kebutuhan media pembelajaran guru (buku pelajaran untuk siswa dan guru, white board dan boardmarker, komputer, alat-alat praktik IPA, alat bantu pembelajaran dan lain-lain), kerjasama dengan Komite, pengadaaan dan penggunaan, evaluasi dan laporan penggunaan. 2) Prasarana pendidikan yang memadai dan relevan dalam mendukung PBM, strateginya: Analisis kebutuhan fisik sekolah, menetapkan prioritas program fisik (rehab/pengembangan) gedung/bangunan, menjalin kerjasama dengan Komite atau instansi terkait secara vertikal, evaluasi dan pelaporan. 5. Peningkatan Standar Kompetensi Kelulusan 1) Peningkatan mutu lulusan yang terus meningkat, strateginya : menetapkan standar kelulusan (SKL) dan standar ketuntasan belajar (SKB) setiap mata pelajaran, mengembangkan jam pelajaran untuk 4 mata pelajaran (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA), mengembangkan pembelajaran model CTL atau PAKEM, melakukan koordinasi dengan orang tua dan pihak lain yang terkait dalam mengembangkan potensi belajar siswa, membentuk dan mengaktifkan MGMP sekolah, melakukan try out untuk kelas 9, dan evaluasi. 2) Peningkatan prestasi akademik dalam lomba rata-rata 3 besar tingkat kabupaten, strateginya: Melakukan koordinasi, menyusun jenis dan jadwal kegiatan, membentuk kelompok belajar untuk pelajaran bahasa Inggris, bahasa Indonesia, Matematika, IPA, IPS bagi siswa kelas 1 s.d kelas 6 yang berpotensi, membentuk dan menetapkan pembina/pendamping, melakukan kegiatan dan evaluasi. 3). Peningkatan prestasi nonakademik dalam lomba rata-rata 3 besar tingkat kabupaten, strateginya : Melakukan koordinasi, menetapkan bidang ekstrakurikuler yang potensial, menetapkan target, mengadakan seleksi pembina dan pelatih yang potensial, menyusun jadwal kegiatan, melakukan kegiatan dan evaluasi. 6. Peningkatan Mutu Kelembagaan dan Manajemen 1) Peningkatan manajemen sekolah yang akuntabel, transparan dan partisipatif, strateginya : mengembangkan dan memantapkan konsep MBS terhadap warga sekolah, mengembangkan kinerja pendidik dan tenaga kependidikan sesuai tupoksi, mengikuti kegiatan peningkatan mutu (pelatihan, seminar, kursus, studi lanjut) sesuai dengan kebutuhan, menertibkan pengelolaan administrasi sekolah (antara lain : ketenagaan, kurikulum, kesiswaan, sarana prasarana, keuangan, humas), mengembangkan pola monev dalam pengembangan kelembagaan. 2) Peningkatan sekolah yang kondusif, strateginya : menyusun program kegiatan yang melibatkan komponen sekolah dalam mewujudkan sekolah yang kondusif, menetapkan program prioritas, mengembangkan budaya disiplin, tertib dan santun oleh warga sekolah, menjalin sikap kooperatif dan kolaboratif antar warga sekolah dengan orang tua, sekolah dengan masyarakat sekitar, sekolah dengan komite sekolah, dan evaluasi. 7. Pengembangan Standar Pembiayaan Pendidikan 1) Peningkatan pengembangan pembiayaan pendidikan yang memadai, wajar dan adil, strateginya : meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pembiayaan sekolah, menjalin kerjasama dengan orang tua melalui Komite Sekolah, menjalin kerjasama dengan pihak terkait dalam peningkatan pembiayaan (pemberian beasiswa), menetapkan biaya sekolah dengan model subsidi silang dan evaluasi. 2) Peningkatan kerjasama dengan penyandang dana (sponsor, alumni dan lain-lain) dalam meningkatkan pengembangan pembiayaan pendidikan, strateginya: menjalin kerjasama dengan pihak swasta, mencari informasi dan pendataan keberadaan alumni, membentuk wadah alumni, mengaktifkan organisasi alumni dan evaluasi. 3) Pengembangan usaha-usaha sekolah melalui unit produksi (Kopsis), strateginya : memperkenalkan/mensosialisasikan keberadaan koperasi sekolah, tersusunnya anggaran dasar dan anggaran rumah tangga KOPSIS, menyiapkan macam kebutuhan yang diperlukan warga sekolah, penjadwalan tenaga KOPSIS, pelatihan tenaga KOPSIS dan evaluasi. 8. Pengembangan Standar Penilaian 1) Pengembangan sistem penilaian beragam untuk semua mata pelajaran dan semua jenjang kelas, strateginya : melakukan identifikasi kemampuan guru dalam melakukan penilaian, melakukan analisis kecenderungan guru dalam melakukan penilaian, membentuk kelompok guru sesuai dengan kelompok bidang studi dalam penilaian, melakukan workshop/pelatihan, melakukan evaluasi proses dan hasil penilaian dalam pembelajaran, dan menindaklanjuti hasil kegiatan penilaian. 2) Peningkatan sistem penilaian (PAN/PAP) oleh guru, dan sekolah dalam pembelajaran atau akhir kegiatan pembelajaran, strateginya : melakukan koordinasi (guru, kurikulum, orang tua dan pihak terkait) dalam menetapkan kreteria penilaian, menetapkan aspek-aspek penialian ( kognitif, afektif dan psikomotorik) untuk semua mata pelajaran, menetapkan aspek-aspek pendukung dalam penilaian, mengadakan koordinasi dengan tim KKG untuk menentukan standar penilaian, dan mengembangkan model-model penilaian sesuai dengan kemahiran guru.

BAB II

PENUTUP

Demikianlah Program Pengembangan sekolah dalam rangka manajemen strategic untuk mengembangkan sekolah dasar khusunya SDN Cigelam di Kec. Babakan Cikao Kab. Purwakarta Dalam penyusunan ini penulis mencoba untuk menganalisa siyuasi yang ada dan menyusun program pengembangan sesuai dengan harapan dan teori dalam manajemen strategic untuk mengembangkan sekolah Program ini berisikan fenomena yang ada dan harapan pengembangan sekoalah ke depan dengan landasan operasional da daya dukung serta kemampuan intern sekolah dan lingkungan sekolah sehingga terwujud sinergi untuk mengembangkan sekolah dengan daya dukung yang ada dan perencaan yang berhasil guna dan berdaya guna. Rancangan Program ini jauh dari sempurna untuk itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun demi terciptanya pencerdasan bangsa Indonesia khusunya di sekolah dasar dan umumnya untuk kemanjuan dunia pendidikan.

DAFTAR PUSTAKA

Abin Syamsudin Makmun. (1996). Pengembangan Profesi dan Kinerja Kependidikan, Pedoman dan Intisari Perkuliahan (Hand Out). PPS IKIP Bandung. Akdon&Hadi, S. (2005). Aplikasi Statitistika dan Metode Penelitian untuk Administrasi dan Manajemen. Bandung: Dewa Ruchi. Arikunto, S. (1993). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta As’ad, Mohamad. (1991). Seri Ilmu Sumber Daya Manusia: Psikologi Industri. Edisi IV. Yogyakarta: Liberty. Dadi Permadi. (2004). Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepala Sekolah. Bandung Sarana Panca Karya. Hendra Somantri. Pengaruh Motivasi Kerja Pegawai dan Pembinaan Sumber Daya Manusia terhadap Kinerja Pegawai di Lingkungan Kantor Dinas Pendidikan kabupaten Sumedang. Jurnal Pendidikan Dasar. Volume IV Nomor 5. April 2006. Kartono, Kartini. (1984). Pemimpin dan Kepemimpinan. Jakarta: PT. Grafindo. Marthis, Robert L& Jackson, John H. (2006). Human Resource Management. Jakarta: Salemba Empat. Nanang Fattah, (2006). Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: Rosda Karya Nawawi, Hadari. (1997). Manajemen Sumber Daya Manusia. Yogyakarta: Gajah mada university Press. Permadi, Dedi. (2001). Manajemen Berbasis Sekolah dan Kepemimpinan Mandiri Kepala Sekolah. Bandung: Sarana Panca Karya Poerwadarminta, WJS. (1986). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Sallis, Edward. (2006). Total Quality Mangement in Education. Jogjakarta: Ircisod. Siagian, Sondang P. (1980). Filsafat Administrasi. Jakarta: Gunung Agung. Sugiyono, (2006). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta Sutermeiser, Robert A. (1976). People and Productivity. New York: McGraw-Hill.inc Terry, George R. (1964). Principles of Management. Richard R Irwin.inc. Home Wood. Illions. Widrajat Noesan. Model Manajemen Layanan Pendidikan untuk Kepuasan Peserta Didik. Mimbar Pendidikan. No. 1 Tahun XXIII. 2004. University Press UPI.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: